DPRD Nunukan Temui Mahasiswa Perantauan, Beri Dukungan Pasca Kasus Mahasiswi di Makassar

  • Bagikan

CATATANAKTUAL.COM, NUNUKAN – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Nunukan di Makassar terus mendapat perhatian dari DPRD Nunukan dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap mahasiswa perantauan, Wakil Ketua DPRD Nunukan Hj. Andi Mariyati bersama Ketua Fraksi Demokrat DPRD Nunukan Gat Khaleb, S.Pd, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nunukan Helmi Pudaaslikar mengunjungi Asrama Putri (Aspuri) mahasiswa Nunukan di Samarinda, Kalimantan Timur.

banner 728x90

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis mahasiswa tetap terjaga pasca kasus yang sempat mengguncang kalangan mahasiswa asal Nunukan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Dalam dialog bersama penghuni asrama, rombongan memberikan penguatan moril kepada korban berinisial M dan mahasiswa lainnya agar tetap tegar serta tidak larut dalam trauma akibat peristiwa yang terjadi di Makassar.

Wakil Ketua DPRD Nunukan Hj. Andi Mariyati menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir dan siap memberikan perhatian kepada mahasiswa Nunukan yang sedang menempuh pendidikan di perantauan.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah daerah. Kami ingin memastikan mahasiswa Nunukan tetap kuat, tetap fokus menjalani pendidikan, dan tidak merasa sendiri saat menghadapi persoalan di luar daerah,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

Menurutnya, selain proses hukum yang tengah berjalan, pemulihan kondisi mental korban juga menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian bersama.

“Proses hukum harus berjalan, tetapi pemulihan psikologis korban juga tidak boleh diabaikan. Kami berharap korban dapat kembali bangkit dan melanjutkan pendidikan dengan baik,” katanya.

Andi Mariyati juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi selama berada di perantauan.

“Jangan memendam masalah sendiri. Bangun komunikasi dengan keluarga, pengurus asrama maupun pemerintah daerah agar setiap persoalan bisa segera ditangani,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Nunukan Gat Khaleb menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap keamanan mahasiswa yang belajar di luar daerah.

“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan mahasiswa tetap merasa aman dan dapat melanjutkan pendidikannya tanpa rasa takut,” ucapnya.

Ia menegaskan DPRD Nunukan akan terus mendorong peningkatan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mahasiswa perantauan, baik dari aspek keamanan, pembinaan maupun kesejahteraan.

“Kami ingin ada sistem pendampingan yang lebih kuat sehingga mahasiswa Nunukan yang berada di luar daerah tetap mendapatkan perlindungan dan perhatian,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala DPMD Nunukan Helmi Pudaaslikar menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan mahasiswa Nunukan yang tersebar di berbagai kota studi.

“Kami akan membangun komunikasi yang lebih intens dengan mahasiswa. Asrama maupun lingkungan tempat tinggal mereka harus menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk belajar,” katanya.

Menurut Helmi, kasus tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pendampingan mahasiswa perantauan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kondisi fasilitas asrama, kebutuhan biaya hidup, hingga rasa kekhawatiran yang muncul pasca kasus yang menimpa rekan mereka.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Pemerintah daerah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus penguatan mental bagi mahasiswa Nunukan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Penulis : Ryn | Editor : Grmn

  • Bagikan