CATATN, NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan turut meramaikan Paras Fest 2026 dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan ke-27. Dalam kegiatan tersebut, Lapas Nunukan membuka stand yang menampilkan sejumlah hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Beragam produk hasil pembinaan dipamerkan, mulai dari kerajinan hingga produk kemandirian WBP. Salah satu yang menjadi perhatian adalah batik tulis Lulantatibu, kain khas Nunukan yang dikembangkan WBP melalui kegiatan pembinaan keterampilan.
Batik tersebut mengangkat motif dan unsur budaya Lulantatibu yang kemudian dituangkan dalam karya batik tulis. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki.
Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan keikutsertaan dalam Paras Fest menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya WBP kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan keterampilan yang bisa terus dikembangkan. Salah satunya melalui batik tulis Lulantatibu yang menjadi bagian dari hasil pembinaan di Lapas Nunukan,” ujarnya, Minggu 4 Oktober 2026.
Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan karya WBP, pameran tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang agar produk hasil pembinaan lebih dikenal masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Keikutsertaan Lapas Nunukan dalam Paras Fest 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan WBP sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung keterampilan yang mereka kembangkan selama menjalani masa pidana. (ryn)










