Jawab Tantangan Pemasaran Produk Warga Binaan, Ditjenpas Resmikan Gerai UMKM Lapas Nunukan

  • Bagikan

CATATAN, NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mulai memperluas pemanfaatan hasil pembinaan warga binaan melalui Gerai UMKM dan Galeri LANUKA. Kedua fasilitas ini disiapkan untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran produk yang mereka hasilkan selama menjalani masa pidana.

Gerai UMKM dan Galeri LANUKA diresmikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Yan Rusmanto, Rabu (14/10/2026).

banner 728x90

Galeri LANUKA menampilkan berbagai produk hasil keterampilan warga binaan, mulai dari kerajinan tangan hingga batik tulis Lulantatibu. Melalui fasilitas ini, hasil pembinaan diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas selama berada di dalam lapas, tetapi juga memiliki nilai jual dan peluang untuk dikembangkan.

Pengembangan pemasaran menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kemandirian. Sebab, keterampilan yang diperoleh warga binaan perlu didukung akses pasar agar dapat memberikan manfaat ekonomi, termasuk ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Selain meresmikan gerai dan galeri, Yan juga meresmikan Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) di lingkungan Lapas Nunukan. Kehadiran pos tersebut diharapkan mempermudah koordinasi dan pelayanan pembimbingan kemasyarakatan, terutama dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penebaran bibit ikan air tawar. Program ini menjadi bagian dari pengembangan keterampilan di bidang perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.

“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan mampu memberikan dampak nyata. Warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Donny.

Menurutnya, keberadaan Gerai UMKM, Galeri LANUKA, Pos Bapas, serta kegiatan budidaya ikan menjadi bagian dari upaya mengembangkan pembinaan dan meningkatkan kualitas pelayanan di Lapas Nunukan.

Peresmian empat program tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran Lapas Nunukan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian, pemberdayaan warga binaan, pelayanan pemasyarakatan, dan ketahanan pangan.

Tantangannya, hasil pembinaan tersebut perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan dan pameran. Akses pemasaran, kesinambungan produksi, serta kemampuan warga binaan mengembangkan keterampilan setelah bebas menjadi faktor penting agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

  • Bagikan