CATATAN, TANJUNG SELOR – Gerakan literasi yang diinisiasi Muhammad Ramli bersama para santri di Kota Tarakan mendapat apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara. Melalui pendampingan menulis selama satu bulan, para santri berhasil menerbitkan tiga buku, yang dinilai menjadi bukti bahwa budaya literasi di sekolah mampu melahirkan karya nyata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri generasi muda.
Kepala DPK Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., mengatakan penguatan budaya literasi tidak hanya diukur dari meningkatnya minat membaca, tetapi juga dari kemampuan generasi muda menuangkan gagasan dan pengalaman dalam bentuk karya tulis.
Menurutnya, gerakan yang dilakukan Muhammad Ramli, Juara 2 Duta Baca Kaltara, guru SMP Islam Terpadu (IT) Ibnu Abbas Tarakan sekaligus Founder mudahmenulis.id, menjadi contoh nyata bagaimana budaya menulis dapat tumbuh melalui pendampingan yang konsisten di lingkungan sekolah.
“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” kata Ilham Zain, Kamis (21/5/2026).
Selama satu bulan, Ramli mendampingi para santri melalui 10 kali pertemuan. Dalam proses tersebut, para peserta dibimbing mulai dari memahami pentingnya literasi, membangun keberanian menulis, hingga menyusun naskah yang akhirnya berhasil diterbitkan menjadi buku.
Dari pendampingan tersebut lahir tiga buku karya santri berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.
Ilham Zain menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membangun rasa percaya diri generasi muda untuk menyampaikan ide, pengalaman, maupun gagasan melalui tulisan.
Menurutnya, pembangunan budaya literasi tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Peran sekolah, guru, komunitas, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar budaya membaca dan menulis terus berkembang di tengah generasi muda.
“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Ia berharap gerakan literasi serupa dapat terus berkembang di berbagai daerah di Kalimantan Utara sehingga semakin banyak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui penguatan budaya literasi sejak dini, DPK Kaltara optimistis akan lahir generasi muda yang kreatif, berpikir kritis, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Penulis : Ryn















