Sekolah Garuda Dibidik Jadi Pasar Baru UMKM, Dekranasda Kaltara Mulai Siapkan Pelaku Usaha Lokal

  • Bagikan

CATATAN, JAKARTA – Rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya dipandang sebagai investasi di sektor pendidikan, tetapi juga peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Melihat potensi tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara mulai mempersiapkan UMKM agar mampu menjadi pemasok berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari batik, atribut, hingga produk pangan olahan.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., bersama Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, di Jakarta, Kamis (25/6).

banner 728x90

Pertemuan itu dilakukan untuk menyelaraskan program pembinaan UMKM antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, sekaligus membuka peluang dukungan bagi pelaku usaha daerah agar mampu memanfaatkan potensi ekonomi yang akan tumbuh seiring hadirnya Sekolah Garuda.

Rahmawati mengatakan keberadaan sekolah tersebut diperkirakan akan menciptakan kebutuhan barang dan jasa dalam jumlah besar. Karena itu, UMKM lokal harus dipersiapkan sejak dini agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil bagian dalam rantai pasok.

Menurutnya, Dekranasda Kaltara saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap berbagai klaster usaha yang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan operasional Sekolah Garuda.

Produk yang dipersiapkan antara lain seragam batik khas Kalimantan Utara, berbagai atribut sekolah, suvenir resmi, hingga aneka produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku usaha binaan Dekranasda.

Selain sektor kerajinan, peluang juga dibuka bagi UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan dengan memanfaatkan bahan baku lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lingkungan sekolah.

“Pelaku usaha kecil terus didorong untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dan menjaga konsistensi produk agar mampu memenuhi kuantitas serta kualitas yang dibutuhkan instansi skala besar,” ujar Rahmawati.

Ia menegaskan penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan atau motivasi, tetapi harus dibarengi dengan kemudahan akses permodalan, pendampingan usaha, sertifikasi produk, hingga perluasan akses pasar.

Karena itu, Dekranasda terus melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari kurasi produk, fasilitasi sertifikasi halal, hingga membangun kemitraan dengan berbagai lembaga agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya tidak ingin pengrajin dan pelaku UMKM kita minder. Kehadiran Sekolah Garuda ini adalah peluang besar, dan kami akan terus mendorong serta memfasilitasi mereka agar produknya naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha lokal dan industri kreatif.

Melalui kolaborasi antara Pemprov Kaltara, Dekranasda, dan pemerintah pusat, diharapkan UMKM daerah mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan berbagai peluang ekonomi baru yang tumbuh di Kalimantan Utara.

Penulis : Ryn

  • Bagikan