Sekprov Denny Tekankan Disiplin dan Kekompakan ASN untuk Perkuat Kinerja Organisasi

  • Bagikan

CATATAN, TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara agar terus menjaga disiplin, etika, serta memperkuat kekompakan dalam bekerja guna mendukung peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Seluruh pegawai agar menjaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat kerja sama dalam mendukung pencapaian target organisasi,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Coffee Morning Keluarga Besar Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Senin (15/6/2026).

banner 728x90

Dalam arahannya, Denny mengingatkan seluruh ASN untuk tetap mengikuti apel pagi secara tertib serta menjaga kerapian dan kedisiplinan sebagai bagian dari budaya kerja aparatur pemerintah. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional dan berkinerja tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika, baik dalam pelaksanaan tugas maupun saat menggunakan media sosial. Selain itu, ASN diminta menggunakan atribut dan pakaian dinas sesuai ketentuan yang berlaku karena hal tersebut mencerminkan profesionalisme sebagai aparatur pemerintah.

Denny meminta seluruh pegawai menjaga kebersihan, kerapian, dan keamanan ruang kerja. Sebelum meninggalkan kantor, setiap pegawai diwajibkan memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi aman, termasuk mematikan peralatan listrik dan perangkat kerja yang tidak digunakan sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Ia juga mengingatkan pegawai yang bekerja lembur hingga melewati pukul 21.00 WITA agar melaporkan identitas kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas sebagai bagian dari prosedur pengamanan lingkungan perkantoran.

Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA), Denny menyampaikan bahwa penerapan kebijakan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi penggunaan listrik dan air di lingkungan perkantoran. Meski demikian, ASN yang menjalankan WFA tetap diwajibkan aktif, responsif, dan mudah dihubungi selama jam kerja.

Pada kesempatan itu, Denny juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini menuntut pengelolaan anggaran secara lebih efisien. Penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD) serta meningkatnya kebutuhan belanja pegawai, termasuk pembiayaan lebih dari 2.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan efisiensi, termasuk memaksimalkan pelaksanaan rapat secara daring,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN tanpa pengurangan. Namun, sistem pemberian TPP akan terus disempurnakan agar lebih tepat sasaran dan berbasis pada capaian kinerja masing-masing pegawai.

“Mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pembayaran Gaji Ketiga Belas tidak dapat memasukkan komponen TPP,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Denny memperkenalkan para pejabat yang baru dilantik di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Ia berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan kinerja organisasi.

Turut hadir mendampingi Sekprov, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Sapi’i, S.T., M.A.P., serta Asisten Bidang Administrasi Umum Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si.

Penulis : Ryn

  • Bagikan