Cegah Bullying dan Konten Kekerasan, Polres Nunukan Bekali Pelajar Literasi Digital

  • Bagikan

CATATAN, NUNUKAN – Media sosial bisa menjadi ruang penyebaran hoaks, perundungan (bullying), hingga propaganda kekerasan yang memengaruhi pola pikir generasi muda. Untuk mencegah dampak tersebut, Polres Nunukan bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nunukan memberikan edukasi literasi digital kepada pelajar.

Kegiatan bertema “Bijak Bermedia Sosial, Cerdas Memilah Informasi, Tolak Konten Kekerasan dan Bullying” itu digelar di Aula SMAN 1 Nunukan, Senin (26/10/2026), dan diikuti sekitar 60 siswa.

banner 728x90

Ps Kasat Binmas Polres Nunukan, Iptu Andi Irwan, mengatakan edukasi tersebut menjadi salah satu upaya membangun kesadaran pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Pelajar perlu memahami bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, termasuk tidak ikut menyebarkan konten kekerasan maupun melakukan perundungan,” ujar Iptu Andi Irwan, Selasa (27/10/2026).

Materi literasi digital disampaikan Asa Zumara, SS, M.I.Kom, dari Diskominfo Nunukan. Pelajar diberikan pemahaman mengenai cara mengenali hoaks dan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

“Jangan langsung percaya dan menyebarkan informasi yang diterima di media sosial. Periksa terlebih dahulu kebenarannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks,” ungkap Asa Zumara.

Sementara itu, Muhammad Rahmat, S.Psi, Penyuluh Sosial Ahli Pertama DSP3A Nunukan, membahas pencegahan bullying dan kekerasan terhadap anak di ruang digital, termasuk dampak psikologis yang dapat dialami korban.

“Bullying bukan hal yang bisa dianggap sepele karena dapat berdampak pada kondisi psikologis korban. Jika melihat atau mengalami perundungan, jangan takut untuk melapor,” tersngnya.

Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 AT Polri Satgaswil Kaltara juga memberikan pemahaman mengenai intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk penyebaran propaganda melalui media sosial. Pelajar diingatkan agar mewaspadai konten dan ajakan yang mengarah pada kekerasan maupun paham ekstrem.

Ketua Umum HMI Cabang Nunukan, Andi Baso, turut terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi mahasiswa dengan kepolisian dan instansi terkait dalam meningkatkan kesadaran digital di kalangan pelajar.

“Edukasi literasi digital penting agar pelajar lebih bijak bermedia sosial, mampu memilah informasi, serta memahami bahaya bullying dan konten,” pungkas Andi Baso.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta berani mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan.

Keterlibatan Polres Nunukan, HMI, Diskominfo, DSP3A, dan Densus 88 diharapkan dapat memperkuat pencegahan dini terhadap dampak negatif media sosial sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dari bullying dan kekerasan.

Penulis : ryn

  • Bagikan