CATATAN, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui penguatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya tersebut dilakukan dengan mempererat kolaborasi bersama BPJS Kesehatan, termasuk mendorong keterlibatan perusahaan dalam mendukung kepesertaan JKN melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Komitmen itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., saat menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr. Herman Dinata Mihardja, AAAK., beserta jajaran di ruang rapat kerja gubernur, Selasa (9/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, SKM., M.Kes.
Menurut Gubernur Zainal, Program JKN menjadi instrumen penting dalam memberikan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat, sehingga sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan perlu terus diperkuat.
“Program JKN memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Kaltara,” kata Zainal.
Ia juga mendukung pemanfaatan program CSR perusahaan untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan menjadi peserta JKN.
“Perusahaan-perusahaan di Kaltara harus dilibatkan melalui program CSR, bagaimana masyarakat sekitarnya dapat didaftarkan dan ikut program JKN. Sehingga hal ini bisa menjadi tanggungan perusahaan dalam bentuk CSR,” ujarnya.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Gubernur menginstruksikan perangkat daerah terkait segera menyusun langkah teknis, termasuk merancang surat edaran sebagai pedoman bagi perusahaan.
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr. Herman Dinata Mihardja, AAAK., mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltara terhadap pelaksanaan Program JKN. Menurutnya, tingkat kepesertaan JKN di Kaltara telah melampaui 100 persen berdasarkan data penduduk semester II tahun 2025.
“Dukungan luar biasa terutama dari sisi kepesertaan, karena kepesertaan ini pintu masuk awal. Di Kaltara tingkat kepesertaannya sudah sangat baik,” katanya.
Selain membahas kepesertaan, audiensi juga membahas peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta optimalisasi data peserta guna mendukung efektivitas pelaksanaan Program JKN.
Saat ini, tingkat keaktifan peserta JKN di Kaltara telah mencapai hampir 85 persen atau melampaui target nasional. Capaian tersebut diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Penulis : Ryn















