Sekprov Gagas SINERGI Kaltara untuk Perkuat UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

  • Bagikan

CATATAN, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggagas inovasi SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) sebagai upaya menghubungkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Jika kita tidak melakukan intervensi sekarang, Kalimantan Utara berisiko menghadapi fenomena enclave economy, di mana investasi yang masuk sangat besar tetapi manfaatnya sangat minimal bagi masyarakat lokal,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., elasa (23/6/2026).

banner 728x90

Di hadapan Mentor Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., narasumber Dr. Andi Taufik, M.Si., dan Coach Dr. Ir. Robinson Hasoloan Sinaga, S.H., Denny menjelaskan bahwa derasnya investasi hilirisasi industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM.

Menurutnya, tanpa kebijakan yang tepat, investasi berskala besar berpotensi menciptakan kesenjangan ekonomi karena pelaku usaha lokal belum tentu mampu terlibat dalam rantai pasok industri yang berkembang di Kalimantan Utara.

Melalui SINERGI Kaltara, Pemprov membangun sistem yang menghubungkan kebutuhan industri dengan kapasitas produksi UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan. Program tersebut ditopang oleh tiga pilar utama, yakni penguatan kelembagaan, integrasi digital, dan penguatan regulasi.

“Melalui tiga pilar strategis dalam gagasan SINERGI Kaltara ini, kita hadir untuk menjembatani kesenjangan antara sisi permintaan yang diwakili oleh kawasan industri dengan sisi penawaran dari UMKM lokal Kalimantan Utara,” jelasnya.

Pada aspek kelembagaan, Pemprov akan membentuk Forum Koordinasi Multipihak yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendukung UMKM, mulai dari perizinan, pembinaan, hingga standardisasi produk.

Sementara pada aspek digital, akan dikembangkan platform Business-to-Business (B2B) SINERGI Kaltara yang mempertemukan kebutuhan pengadaan industri dengan kemampuan produksi UMKM lokal. Platform tersebut juga akan terintegrasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Komitmen tersebut akan diperkuat melalui penyusunan Peraturan Gubernur tentang Produk Lokal yang mendorong pengelola kawasan industri memberikan ruang lebih besar bagi produk-produk lokal yang telah memenuhi standar kualitas.

Gagasan SINERGI Kaltara mendapat apresiasi dari tim penguji karena dinilai memiliki konsep yang matang, aplikatif, serta didukung kesiapan anggaran lintas sektor dan infrastruktur pendukung yang memadai. Melalui inovasi ini, Pemprov Kaltara berharap investasi industri tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan aktif UMKM lokal.

Penulis : Ryn

  • Bagikan