CATATAN, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengikuti peresmian pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring, Selasa (23/6). Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing daerah. Jalan yang memadai dinilai mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan dan energi nasional.
Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi karena membuka keterhubungan antarwilayah, memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik, serta mendorong berkembangnya pusat-pusat ekonomi baru.
“Tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Jalan yang baik akan memperkuat perekonomian dan mendukung ketahanan nasional,” tegas Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar seluruh daerah memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung pelaksanaan Program Inpres Jalan Daerah. Ia mengingatkan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dipelihara secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Keikutsertaan Gubernur Zainal dalam peresmian tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat di bidang infrastruktur. Penguatan konektivitas diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil produksi, serta membuka peluang investasi yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.
Penulis : Ryn















